Pada saat dihadapkan berita kematian
terbayang sudah tubuh terbujur kaku
nyawa tlah pergi dari jasad
menghadap sang pemilik yang sesungguhnya
yang kadang lupa bahwa kita hanya dilahirkan dengan perantara orang tua
Pemilik sesungguhnya Allah
Yang pemberi ruh dengan perantara Jibril
Adakah kita ingat selalu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Kadang kita terbuai oleh kehidupan
melupakan siapa pemberi hidup
begitu banyak dilalaikan konsekuensi kehidupan ini
dibuai oleh kehidupan dunia dan emosi sesaat
atau bahkan mengabaikan apa yang menjadi keharusan
sadarkah kita ???
kita akan sama dengan yang ada dihadpan kita saat kita melayat
suatu saat kita akan terbujur kaku
menunggu untuk dimandikan, disholati
dikuburkan
dan menemui ujian munkar nakir
akankah lulus ???
itu ujian untuk perpindahan alam ,,yang tiada mungkin untuk kembali
lalu ..........kenapa masih banyak manusia lalai
Ya Allah
begitu banyak pembelajaran
saat melayat suatu kematian.. sesuatu yang pasti
dibandingkan kepastian yang selalu dihadapi ketidakpastian dari hidup yang dijalani
begitu banyak manusia bangga akan apa yang dimiliki di dunia ini
kekayaan, , gelar , pangkat ,,
yang pada pertanyaan munkar dan nakir tiada ada yang ditanyakan
atau menjadi toleransi kita lulus,,,
kecuali kita menjawab,
Sipa Tuhan mu
Siapa Nabimu,
Apa kiblatmu dan seterusnya
tiada satupun ujian tingkat manapun
itu bisa lulus jika kita memahami makna dari semua yang pernah kita miliki dan titipan amanah
sesuai dengan yang dimintaNya,,,,,
Amar ma;ruf nahi mungkar ,,,,,,,,,,
Ketika melayat
begitu banyak pembelajaran
yang dilalaikan manusia yang hadir
sesaat kita ingat,,,, dan Iqra bacalah !
maka ingatlah ,,,, itu hal pasti yang datang kelak,,,,,,pasti
Rabu, 06 Juni 2012
Senin, 04 Juni 2012
Puisi Hati
Kesendirian hati
menerawang jauh ke dalam catatan hidup
hamparan sinetron bergayut
dalam jati diri sendiri, bersama silahturahim keluarga, teman, dan semuanya
sudah banyak catatan
tiada ditahu sampai dimana catatan tabunganku kelak,
peruntungan bisnisku kelak ataukah terpuruk merugi
tiada kutahu ya Allah
Kuserahkan semuanya pada MU
Kadang gelombang hati mencari pulau
sekedar bersandar dan istirahat
sekedar menghirup napas aneka dari suara hidup ini
kadang letih yang berusaha terhapuskan
untuk dihadirkan syukur ,,, agar lebih dicintaimu Ya Allah
Jangan lepaskan hamba ...
dalam cintaMU ,,pada diri ini
begitu banyak kesalahan dan tertatih untuk terus memelukMu
Peluk dan cintai aku ya Allah
sekalipun ada air mata dan tawa
Aku masih mensyukuri kehidupan yang kau berikan ini
Benar ya Allahh
Air mata yang mengalir karena cintaku padaMu
tawa dan senyumku juga untukMu
Untuk bisa menemuiMu kelak dalam rahmah dan cintaMU,,,
yang selalu kurindu
dalam aliran darahku ,,,,
Kesendirian ini
melahirkan puisi hati
mengembalikan masa lalu yang terlewat
sekedar melepaskan puisi hati
di malam hening ini
Makassar, 5 Juni 2012
menerawang jauh ke dalam catatan hidup
hamparan sinetron bergayut
dalam jati diri sendiri, bersama silahturahim keluarga, teman, dan semuanya
sudah banyak catatan
tiada ditahu sampai dimana catatan tabunganku kelak,
peruntungan bisnisku kelak ataukah terpuruk merugi
tiada kutahu ya Allah
Kuserahkan semuanya pada MU
Kadang gelombang hati mencari pulau
sekedar bersandar dan istirahat
sekedar menghirup napas aneka dari suara hidup ini
kadang letih yang berusaha terhapuskan
untuk dihadirkan syukur ,,, agar lebih dicintaimu Ya Allah
Jangan lepaskan hamba ...
dalam cintaMU ,,pada diri ini
begitu banyak kesalahan dan tertatih untuk terus memelukMu
Peluk dan cintai aku ya Allah
sekalipun ada air mata dan tawa
Aku masih mensyukuri kehidupan yang kau berikan ini
Benar ya Allahh
Air mata yang mengalir karena cintaku padaMu
tawa dan senyumku juga untukMu
Untuk bisa menemuiMu kelak dalam rahmah dan cintaMU,,,
yang selalu kurindu
dalam aliran darahku ,,,,
Kesendirian ini
melahirkan puisi hati
mengembalikan masa lalu yang terlewat
sekedar melepaskan puisi hati
di malam hening ini
Makassar, 5 Juni 2012
Kamis, 15 Maret 2012
Dua puluh tahun yang lalu
Ada catatan perjalanan yang membekas di dua puluh tahun lalu ... saat pertama akan menjadi wanita sempurna dengan diberikan titipan anak,,,, hhhmmm duapuluh tahun lalu dengan tanggal ini, setelah sholat subuh di hari minggu pagi, memberikan tanda bahwa waktu melahirkan anak pertama kami sudah mendekat,,,, ada gejolak rasa membuncah .... adakah aku sanggup melalui tahapan ini,,,
Suasana rumah sakit Fatmawati memberikan pengalaman berharga untukku,,,, yang tanpa rasa di hari sepuluh ramadhan itu , melahirkan buncah rasa cemas, pasrah dengan ketetapan berikut atas hidup ini,, Pengalaman melihat perjuangan ibu ibu dalam kamar bersalin bersamaku saat itu, merupakan hal yang mencemaskan buatku,,,, apalagi bila mengingat kondisi tensiku yang mulai naik,, mungkin rasa stress yang akan kuhadapi di depan nanti, Yang menenangkan adalah adanya suami dan adikku yang menemaniku di balik dindung kamar bersalin. Ku dengar suara mereka berbincang sehingga sedikit menenangkan hati,,, aku tidak sendiri , ditemani orang orang terdekatku yang kucintai,,,
Dalam kecemasan dan harap do'a kepada Allah dengan segala kepasrahan yang ada ,,, kujalani waktu demi waktu, Ada satu yang tak kulupa , begitu cepatnya Allah mengabulkan do'aku untuk memudahkan proses persalinan ini, diberikan dalam hitungan detik,, Belum usai do'a kupanjatkan , hitungan detik berpacu , memberikan pembukaan yang begitu cepat dalam kondisi melahirkan anak pertama, Tanpa kusadar aku pegang erat , asisten dokter bersalinku sampai ada yang lepas bulu bulu di tangannya. Sudah menjadi ketetapan bila mengambil kamar kelas I harus dengan dokter ,, sehingga berpacu pembukaan dengan kehadiran dokter yang ditunggu... Alhamdulillah tidak lama datang dokter dan tiada lama keluarlah anak yang kukandung sembilan bulan lebih enam hari,,, di dini pagi sebelas ramadhan di tahun 1992 ,,, menjadikan saat kesempurnaan wanita buatku pada pukul 3.45 , Dengan canda dokter mengatakan bahwa anakku membangunkan untuk sahur di bulan suci itu,,, Saat dimana aku merasakan sejuta bahagia , haru syukur yang tiada terkira , setelah sekian waktu merasakan sakit yang sangat ,,,, Tanpa sadar jatuh air mataku,, Ya Allah kau berikan aku kesempatan menjadi ibu, kesempurnaan wanita.... Alhamdulillah,,,
Aku menangis akan haru yang tiada mampu kukatakan dengan kata ,,,, bahkan hingga hari ini pun saat suasana itu seakan hadir... Ada terselip tanya dalam hati, Subhanallah , dari dua , aku dan suami sekarang sudah ada manusia baru yang menjadi tanggung jawab kami, mengisi hari hari di depan kamu,
Tanpa terasa duapuluh tahun telah berjalan ,,, esok dini 16 Maret 2012 ,, anak kami telah berusia 2o tahun .... serasa masih terbayang suasana hati ku di usia 20 tahun dulu.. Betapa cepat waktu berjalan .... sekarang aku telah memiliki anak dengan usia 20 tahun , dan aku aka memasuki usia 45 tahun , Insya Allah ...
Anakku sayang , setiap melihat wajahmu ,, merupakan rasa syukur tiada terkira yang terasa sampai sekarang, meski Engkau dengan sabar pada setiap hari ulang tahunmu , kondisi keuangan tidak banyak,,, namun buatmu selalu disyukuri,, itulah harta termahal untuk aku sebagai ibu .... Alhamdulillah Allah memberikan anak yang baik untukku....Terimakasih ya Allah ....
Harapan dan do'aku selalu terhampar untukmu anakku,,,, Semoga hidupmu selalu dalam keberkahan Allah , kelak diberikan pasangan hidup yang mencintaimu dan kaupun mencintainya karena Allah ,,, dan bisa memberikan apa yang terbaik untukmu dan di mata Allah .. Ya Allah dengarlah do;a hamba ini, Hamba terus berusaha menjaga titipan yang kau berikan kepada kami.. Bimbing keluarga ini dalam keberkahanMu . Amin YRA
Makassar 15 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)