Rabu, 06 Juni 2012

Melayat

Pada  saat  dihadapkan  berita   kematian
terbayang  sudah  tubuh  terbujur  kaku
nyawa  tlah pergi  dari  jasad
menghadap  sang pemilik yang  sesungguhnya
yang kadang lupa  bahwa  kita  hanya  dilahirkan  dengan perantara  orang tua
Pemilik  sesungguhnya  Allah
Yang pemberi  ruh  dengan perantara  Jibril
Adakah  kita ingat  selalu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Kadang  kita  terbuai oleh  kehidupan
melupakan  siapa pemberi  hidup
begitu  banyak dilalaikan  konsekuensi  kehidupan  ini
dibuai oleh kehidupan  dunia  dan  emosi  sesaat
atau bahkan  mengabaikan  apa  yang menjadi keharusan
sadarkah kita  ???
kita akan  sama  dengan  yang  ada  dihadpan  kita  saat kita melayat
suatu saat kita  akan  terbujur  kaku
 menunggu  untuk  dimandikan, disholati
dikuburkan
dan  menemui  ujian munkar  nakir
akankah lulus  ???
itu ujian  untuk perpindahan alam ,,yang tiada mungkin  untuk kembali
lalu ..........kenapa  masih banyak manusia lalai

 Ya  Allah
 begitu  banyak pembelajaran
saat melayat  suatu kematian.. sesuatu  yang pasti
dibandingkan  kepastian  yang  selalu  dihadapi  ketidakpastian  dari  hidup  yang dijalani
begitu banyak manusia  bangga  akan apa  yang dimiliki  di dunia  ini
kekayaan, , gelar  , pangkat ,,
yang pada  pertanyaan  munkar  dan nakir  tiada  ada  yang ditanyakan
atau  menjadi  toleransi kita lulus,,,
kecuali  kita  menjawab,
 Sipa  Tuhan mu
Siapa  Nabimu,
Apa kiblatmu  dan  seterusnya
 tiada  satupun  ujian  tingkat manapun
itu bisa  lulus  jika  kita memahami makna  dari  semua yang pernah kita  miliki  dan  titipan amanah
 sesuai  dengan  yang  dimintaNya,,,,,
Amar  ma;ruf nahi mungkar ,,,,,,,,,,

Ketika  melayat
begitu banyak pembelajaran
yang  dilalaikan manusia yang hadir
 sesaat  kita ingat,,,,   dan  Iqra   bacalah  !
maka  ingatlah  ,,,, itu hal pasti yang datang kelak,,,,,,pasti

Senin, 04 Juni 2012

Puisi Hati

Kesendirian  hati
menerawang  jauh ke  dalam  catatan  hidup
hamparan  sinetron bergayut
dalam jati  diri  sendiri,  bersama  silahturahim  keluarga, teman, dan semuanya
sudah banyak  catatan
tiada ditahu  sampai  dimana  catatan tabunganku kelak,
peruntungan  bisnisku kelak  ataukah  terpuruk merugi
tiada  kutahu  ya  Allah
Kuserahkan  semuanya  pada MU
Kadang  gelombang  hati mencari  pulau
sekedar  bersandar  dan istirahat
sekedar menghirup  napas  aneka  dari suara  hidup ini
kadang  letih yang  berusaha  terhapuskan
untuk  dihadirkan  syukur  ,,, agar   lebih  dicintaimu  Ya  Allah
Jangan lepaskan hamba  ...
dalam  cintaMU  ,,pada  diri  ini
begitu banyak  kesalahan  dan  tertatih  untuk  terus  memelukMu
Peluk  dan  cintai aku ya  Allah
sekalipun  ada  air mata  dan tawa
Aku masih mensyukuri kehidupan yang  kau berikan ini
Benar  ya  Allahh
Air mata  yang mengalir  karena  cintaku padaMu
tawa  dan  senyumku  juga  untukMu
Untuk  bisa  menemuiMu kelak  dalam  rahmah  dan cintaMU,,,
yang  selalu  kurindu
dalam  aliran darahku ,,,,
Kesendirian  ini
melahirkan puisi  hati
mengembalikan masa lalu yang  terlewat
sekedar  melepaskan  puisi  hati  
di malam  hening  ini

Makassar, 5 Juni  2012

Kamis, 15 Maret 2012

Dua puluh tahun yang lalu

Ada catatan perjalanan yang membekas di dua puluh tahun lalu ... saat pertama akan menjadi wanita sempurna dengan diberikan titipan anak,,,, hhhmmm duapuluh tahun lalu dengan tanggal ini, setelah sholat subuh di hari minggu pagi, memberikan tanda bahwa waktu melahirkan anak pertama kami sudah mendekat,,,, ada gejolak rasa membuncah .... adakah aku sanggup melalui tahapan ini,,,
Suasana rumah sakit Fatmawati memberikan pengalaman berharga untukku,,,, yang tanpa rasa di hari sepuluh ramadhan itu , melahirkan buncah rasa cemas, pasrah dengan ketetapan berikut atas hidup ini,, Pengalaman melihat perjuangan ibu ibu dalam kamar bersalin bersamaku saat itu, merupakan hal yang mencemaskan buatku,,,, apalagi bila mengingat kondisi tensiku yang mulai naik,, mungkin rasa stress yang akan kuhadapi di depan nanti, Yang menenangkan adalah adanya suami dan adikku yang menemaniku di balik dindung kamar bersalin. Ku dengar suara mereka berbincang sehingga sedikit menenangkan hati,,, aku tidak sendiri , ditemani orang orang terdekatku yang kucintai,,,
Dalam kecemasan dan harap do'a kepada Allah dengan segala kepasrahan yang ada ,,, kujalani waktu demi waktu, Ada satu yang tak kulupa , begitu cepatnya Allah mengabulkan do'aku untuk memudahkan proses persalinan ini, diberikan dalam hitungan detik,, Belum usai do'a kupanjatkan , hitungan detik berpacu , memberikan pembukaan yang begitu cepat dalam kondisi melahirkan anak pertama, Tanpa kusadar aku pegang erat , asisten dokter bersalinku sampai ada yang lepas bulu bulu di tangannya. Sudah menjadi ketetapan bila mengambil kamar kelas I harus dengan dokter ,, sehingga berpacu pembukaan dengan kehadiran dokter yang ditunggu... Alhamdulillah tidak lama datang dokter dan tiada lama keluarlah anak yang kukandung sembilan bulan lebih enam hari,,, di dini pagi sebelas ramadhan di tahun 1992 ,,, menjadikan saat kesempurnaan wanita buatku pada pukul 3.45 , Dengan canda dokter mengatakan bahwa anakku membangunkan untuk sahur di bulan suci itu,,, Saat dimana aku merasakan sejuta bahagia , haru syukur yang tiada terkira , setelah sekian waktu merasakan sakit yang sangat ,,,, Tanpa sadar jatuh air mataku,, Ya Allah kau berikan aku kesempatan menjadi ibu, kesempurnaan wanita.... Alhamdulillah,,,
Aku menangis akan haru yang tiada mampu kukatakan dengan kata ,,,, bahkan hingga hari ini pun saat suasana itu seakan hadir... Ada terselip tanya dalam hati, Subhanallah , dari dua , aku dan suami sekarang sudah ada manusia baru yang menjadi tanggung jawab kami, mengisi hari hari di depan kamu,
Tanpa terasa duapuluh tahun telah berjalan ,,, esok dini 16 Maret 2012 ,, anak kami telah berusia 2o tahun .... serasa masih terbayang suasana hati ku di usia 20 tahun dulu.. Betapa cepat waktu berjalan .... sekarang aku telah memiliki anak dengan usia 20 tahun , dan aku aka memasuki usia 45 tahun , Insya Allah ...
Anakku sayang , setiap melihat wajahmu ,, merupakan rasa syukur tiada terkira yang terasa sampai sekarang, meski Engkau dengan sabar pada setiap hari ulang tahunmu , kondisi keuangan tidak banyak,,, namun buatmu selalu disyukuri,, itulah harta termahal untuk aku sebagai ibu .... Alhamdulillah Allah memberikan anak yang baik untukku....Terimakasih ya Allah ....
Harapan dan do'aku selalu terhampar untukmu anakku,,,, Semoga hidupmu selalu dalam keberkahan Allah , kelak diberikan pasangan hidup yang mencintaimu dan kaupun mencintainya karena Allah ,,, dan bisa memberikan apa yang terbaik untukmu dan di mata Allah .. Ya Allah dengarlah do;a hamba ini, Hamba terus berusaha menjaga titipan yang kau berikan kepada kami.. Bimbing keluarga ini dalam keberkahanMu . Amin YRA

Makassar 15 Maret 2012